Rabu, 13 April 2016



DALAM SENJAKU

Langkah demi langkah telah kutapaki
Hitam kelam hayat telah ku jalani
Dalam keruhnya air tuba
Dalam bingkai-bingkai nestapa

          Raga ini….jiwa ini….
          Apa yang telah ku ukir?
          Hanya gelimang dosa, dosa, dan dosa

Mengapa mata ini buta
Mengapa telinga ini tuli
Mengapa bibir ini bisu
Dan mengapa jiwa ini mati?

          Aku seperti kerikil kicil dalam padang sahara
          Tak memiliki arah dan tujuan
          Aku seperti batu tak berguna
          Yang akan dengan mudah Kau hempaskan

Kini dalam merahnya mega
Didalam sunyinya senja
Aku tersadar bahwa senja telah berlabuh
Dan malam akan segera berakhir

          Ya Allah Engkaulah sandaran
Tempat mengadu dan memohon pertolongan      
Engkau yang telah sirami hati yang layu
Dengan rahmat dan kemurahan Mu

Dalam desahan nafasku , ingin slalu ku  sebut nama Mu
Walau terkadang lidah ini terasa kelu
Diatas sajadah ini, aku ingin bernostalgia dengan Mu
Agar Engkau peluk fuad ku

Asa terakhir telah menjadi pena
Dan menjelma menjadi ukiran tinta
Ya Allah…
Genggam tangan ku untuk menjemput ridha Mu





Senin, 28 Desember 2015

Granada, Kota Sejarah Islam di Eropa



Granada, Kota Sejarah Islam di Eropa
Kota Granada terletak disebelah  selatan Kota Madrid, ibu kota Spanyol sekarang. Dalam bahasa Romawi Granada berarti bagus dan indah. Hal ini dikarenakan iklim di Granada sangat bagus. Pada saat kaum muslim menaklukkan Andalusia (sekarang dikenal dengan Spanyol), kota Granada telah selesai dibangun di atas sebuah kota kecil yang bernama Albery. Granada kemudian menjadi ibu kota dari negara Dinasti Bani Ahmar. Granada juga pernah menjadi pusat ilmu pengetahuan Islam dan kebudayaan Islam. Ketika itu terkenal sekolah Yusufiyah, sekolah Nasriyah dan lembaga-lembaga pendidikan lain. Banyak para pelajar dari daerah-daerah lain berdatangan untuk menuntut ilmu dikota itu. Kebangkitan ilmiah juga bersamaan dengan munculnya ahli ilmu falak  dan Matematika Abul Qasim Al-Maghrity (397H/ 1008 M) yang kemudian mendirikan sekolah matematika terkenal.
Dikota Granada terdapat sebuah Istana yang dikenal dengan nama Istana Al-Hamra. Istana ini dibangun diatas bukit La Sabica. Pada mulanya, Al-Hamra hanyalah sebuah benteng sederhana. Istana Al-Hamra didirikan oleh bangsa Moor (bangsa yang berasal dari Afrika Utara), sebuah kerajaan Islam terakhkir yang berkuasa di Andalusia. Pada masa pemerintahan Badis bin Habbus , Al-Hamra dijadikan sebagai pusat pemerintahan. Ia juga membuat pagar tinggi di sekeliling bukit itu. Dinamakan Al-Hamra adalah karena batu-batu yang dipakai untuk membangunnya berwarna merah ( Hamra dalam bahasa Arab artinya merah).
 Al-Hamra dibangun kurang lebih tahun 1238-1358 M . Pembangunannya dilakukan secara bertahap. Istana ini dilengkapi dengan taman mirta semacam pohon myrtuscommunis dan juga bunga-bunga yang indah dan harum, serta suasana yang nyaman. Ada juga Hausyus Sibb (Taman Singa), taman yang dikelilingi oleh 128 tiang yang terbuat dari marmer. Di taman ini pula terdapat kolam air mancur yang dihiasi dengan duabelas patung singa yang berbaris melingka, yakni dari mulut patung singa-singa itu keluar air yyang memancar. Didalamnya juga terdapat ruangan yyang indah, yaitu ruangan Al-Hukmi yang merupakan ruangan pengadilan dan dibangun oleh Sultan Yusuf I, ruangan Bani Siraj yang dipenuhi hiasan-hiasan Kaligrafi Arab, ruangan Bersiram, didalamnya terdapat kolam yang lantainya terbuat dari marmer putih, ruangan Dua Perempuan Bersaudara (Baitul Ukhtain) yaitu ruang khusus bagi dua orang saudara perempuan Sultan Al-Ahmar, ruangan Sultan dan masih banyak ruangan lagi.
Adapaula Masjid Jami’ Al-Hamra , yang merupakan masjid paling bagus dan indah. Ini dikarenakan banyaknya marmer yang digunakan dalam pembangunan masjid. Juga rumah sakit-rumah sakit, seperti rumah sakit Granada dan rumah sakit kota.
Granada sebagai kota pusat ilmu pengetahuan, telah mencetak banyak cendekiawan Islam  dalam berbagai disiplin ilmu. Yang terkenal adalah: Imam Syathibi, Lisanudin Al-Khathib, Syarkisthi, Ibnu Zumrak, Muhammad bin Raqqah, Abu Yahya bin Ridwan, Abu Syarrah, Yahya bin Hazil, At-Tajbibi, Asy-Syaquri, Ibnu Zuhr, dan dari kalangan wanita: Hafshah binti Haj, Hamdunahbinti Ziyad dan Zainab.

Cordoba, Saksi bisu Kejayaan Islam di Bumi Eropa



CORDOBA, Saksi Bisu Kejaaan Islam di Eropa
Pada abad peretengahan, Islam mengalami masa kejayaan dengan mengepakkan sayapnya hingga daratan Eropa. Andalusia adalah sebuah nama tempat, yang kini diabadikan menjadi nama provinsi di Spanyol.  Andalusia memiliki sebuah kota yang menjadi sejarah bagi umat Islam. Cordoba. Sebuah kota yang menjadi saksi bisu kejayyaan Islam masa lampau di daratan Eropa.
Pada saat pemerintahan Bani Umayyah II, Cordoba menjadi  ibukota Spanyyol dibawah pemerintahan khalifah Islam. Cordoba pada saat itu, dikenal sebagai kota pusat ilmu pengetahuan, dimana jumlah kunjungan ke perpustakaannya pmencapai 400.000 kunjungan. Cordoba menjadi kota penuh cahaya, karena pada abad pertengahan, Eropa masih dalam masa kegelapan dan kebodohan. Oleh karena itu, Coordoba dikenal sebagai The Greatest Centre of Learning  di Eropa.
Pada saat Cordoba dalam puncak kejayaannya (abad ke 9 dan 10 M), setidaknya terdapat lebih dari 200.000 rumah, 600 masjid, 900 toilet umum, 50 rumah sakit dan sejumlqh pasar besar yang menjadi pusat perdagangan. Peninggalan Islam di Cordoba yang masih ada sampai saat ini adalah Masajid Cordoba (Le Mesquita). Masjid ini pertamakali dibangun pada masa khalifah Abdurrahman I pada tahun 787 dan pembangunannya diteruskan oleh khlaifah-khalifah sesudahnya. Masjid Cordoba memiliki ruangan dalam untuk shalat, berbentuk persegi panjang dan dikelilingi oleh lapangan terbuka. Interiornya bernilai seni arsitektur tinggi, dan didominasi oleh kaligrafi ayat-ayat Al-Qur’an pada bagian dindingnya. Masjid ini ditopang kokoh oleh lebih dari 8500 pilar.


Setelah Islam jatuh, Masjid Cordoba dirombak menjadi sebuah katedral hingga sampai saat ini.  Pada tahun1994, UNESCO telah menetapkan bahwa Masjid Cordoba adalah salah satu tempat peninggalan yang sangat bersejarah dan penting di dunia.
Selain Masjid Cordoba, ada pula Medina Az-Zahra, yang merupakan sebuah kota yang didirikan oleh Khalifah Abdurrahman III dan dilanjutkan oleh Khalifah Al-Hakam II. Kota ini digunakan sebagai pusat pemerintahan Andalusia. Terletak kurang lebih  5 km dari kota Cordoba. Medina Az-ZZahra dibangun secara bertahap meliputi masjid, taman-taman, tempat tinggal khalifah dan pusat pemerintahan.  Bahan bangunannya langsung didatangkan dari Afrika Utara berupa marmer, kayu Ebony, dan material lain yang hampir ditemukan diseluruh bagian Medina. 

Peninggalan lain selan Masjid Cordoba dan Medina Az-Zahra, adalah Toledo. Toledo adalah sebuah kota yang terletak diatas  bukit yang dibawahnya dilalui sungai Tagus. Dulunya, Toledo merupakan ibukota sekaligus pusat pemerintahan kerajaan Ghotic Spanyol yang kemudian berhasil ditaklukkan oleh Thariq bin Ziyad pada sekitar tahun 711-an. Pada masa pemerintahan Islam, antar umat beragama tercipta hubungan yang rukun dan tenteram di kota ini. Masyarakatnya yang terdiri dari kaum Kristen, Islam dan Yahudi, hidup berdampingan dan dijamin kesejahteraan serta keamanannya oleh Khalifah yang berkuasa.

Subhanallah. Itulah Cordoba, sebuah kota yang menjadi saksi bisu kejayaan Islam pada abad pertengahan silam. Semoga saya, dan para pembaca yang budiman, suatu hari nanti bisa mengunjungi kota itu dan membuktikan kebesaran Islam di langit Eropa.

Al- Kindi



AL KINDI, Ilmuwan muslim dalam bidang filsafat

Nama lengkapnya adalah Abu Yusuf Ya’kub bin Ishaq Al-Kindi atau dari Bani Hilal yang negerinya adalah Yaman. Ia adalah filosof Arab dan Islam yang pertama, yang membaca buku-buku filsafat Aristoteles maupun Plato. Al-Kindi lahir di Kufah yang ayahnya adalah seorang penguasa negeri tersebut. Dan sejak kecil  Dan sejak kecil al-Kindi banyak mempelajari ilmu-ilmu agama, bahasa dan sastra, baik di Bashrah, maupun Baghdad, yangbkemudian ia ahli dalam ilmu pasti, ilmu alam, astronomi, kedokteran, geografi, dan music, dengan karya-karya tulisnya yang banyak. Ia banyak membahas filsafat-filsafat Islam maupun Yunani, juga  astronomi, logika dan lain-lain, disamping menterjemahkan buku-buku kedokteran Yunani kedalam bahasa Arab. Dan salah satu diantara pendapatna adalah: Akal akan dapat menetapkan adanya Allah. Al-Kindi pernah menjadi pegawai tinggi dimasa Khalifah Mahdi maupun Harun Ar-Rasyid disamping sebagai seorang pemikir besar ang diakui oleh kaum Muslimin maupun pemikir-pemikir Barat, yang dalam bidang ilmu Tauhid ia masuk kedalam kelompok Mu’tazilah.

Manajemen Hati



MANAJEMEN HATI
Kita pasti pernah mengalami gundah gulana. Tak enak makan, tak enak tidur, tak enak apapun. Keadaan emosi kita pun tidak stabil. Hati kita diliputi rasa sedih, marah, takut dan sebagainya. Tapi apakah saat itu kita berpikir bagaimana cara menyembuhkan kegundahan dalam diri kita? Sebagian mungkin iya, tapi sebagian lagi mungkin tidak. Jika kita pendek akal, mungkin yang terbesit dalam benak kita adalah sesuatu yang mungkin akan menimbulkan efek tidak baik bagi diri kita. Misalnya marah-marah, menyendiri dan tak mau makan, mabuk, judi, atau malah bunuh diri.
Saudara ku yang dirahmati Allah, Ingatlah bahwa cara-cara itu bukan malah menyelesaikan masalah, tapi justru malah menambah masalah. Dengan marahmarah kepada orang lain, maka akan menimbulkan rasa ketidaksukaan orang itu kepada kita, mabuk dan mogok makan justru akan merusak organ tubuh kita, dan yang lebih parah, bunuh diri, akan menimbulkan masalah lagi di akhirat. Kita telah mendahuli takdirnya, bukan surga yang didapat, melainkan neraka yang menyala lah yang akan menjadi tempat kita.  Na’udzubillah…..
Lalu bgaimana cara yang dianjurkan??

Saudara pasti tau lagu Tombo Ati yang dinyanyikan oleh penyanyi Opick.
Tombo ati ana lima perkarane, kaping pisan maca Qur’an lan maknane, kaping pindho sholat engi lakonana, kaping telu ong kang soleh kumpulana, kaping papat, eteng iro ingkang luweh, kaping lima dikir wengi ingkang suwe
Obat hati, ada lima perkaranya, yang pertama baca Qur’an dan maknanya, yang kedua sholat malam dirikanlah, yang ketiga berkumpullah dengan orang sholeh, ang keempat perbanyaklah berpuasa, yang kelima zikir malam berpanjanglah….
Apabila hati kita merasa resah, maka janganlah lupa kepada sang Maha Hidup, yang tak pernah tidur dan selalu mendengar serta melihat keluh kesah hamba-Nya. Alloh swt. jawabannya. Dengan kita mendekatkan diri kepada-Nya, Insya Alloh hati kita akan tenang. Bacalah ayat suci Al-Qur’an dan pahami maknanya. Jangan lupa mintalah petunjuk darai segala masalah yang sedang dihadapi. Percayalah baha Alloh mendengar setiap doa hamba-Nya. Perbanyak pula dzikir serta sholaat kepada Nabi Muhammad saw.
Semoga saya, dan saudara semua termasuk orang yang beruntung dan selalu dalam ketakwaan kepada-Nya. Aaamiin